Sabtu, 06 Mei 2017

Tidakkah Kamu Lelah, Karena Terus Menyimpan Amarah?‎

Seberapa besar keinginan kamu untuk bisa sukses di masa depan? Menjajaki karir ‎cemerlang dan bahkan melampaui banyak harapanmu atas sebuah pencapaian hidup? ‎Bermimpi dan memiliki cita-cita, hal ini tentu perkara yang sangat lumrah terjadi dan ‎pastinya tidak salah untuk dilakukan oleh siapa saja, termasuk kamu juga.‎
Lalu, kamu akan mengupayakan semua yang kamu bisa untuk mencapai mimpimu. ‎Mempelajari semua yang kamu anggap perlu, agar bisa membuatmu kaya ilmu dan berbekal ‎sejumlah pengetahuan yang semoga saja tidak akan kurang ketika kelak dibutuhkan.‎
Kamu menghabiskan siang dan malam untuk memupuk angan dan keinginan untuk sukses ‎di masa depan, tentunya dengan sejumlah usaha untuk belajar yang juga berimbang.‎
Semangatmu menyala-nyala, membuatmu terjaga lebih lama agar bisa menyicil dan ‎menyicil bekal yang kelak akan kamu butuhkan. Bagimu, siang seringkali terlalu singkat, ‎sebab kamu masih menginginkan waktu yang panjang untuk berada di lingkungan sekolah, ‎tempat di mana kamu bisa berlama-lama duduk membaca dan menanyakan apa saja yang ‎menggelitik rasa ingin tahumu yang dalam.‎
Namun, malam pun sering terasa kurang panjang untukmu, sebab di heningnya kamu bisa ‎tenggelam berlama-lama untuk belajar dan menghilangkan rasa hausmu akan ilmu. Semua ‎ini hanya untuk satu tujuan semata, yakni mimpimu akan keberhasilan di masa yang akan ‎datang.‎
Harapan tidak selalu menjadi kenyataan! Pernahkah kamu mendengar kalimat ini ‎sebelumnya, atau apakah ini kalimat yang tidak pernah ingin kamu dengar di dalam ‎hidupmu?‎
Ketika kamu hanya terpaut beberapa langkah saja dari keberhasilan yang telah kamu ‎impikan selama bertahun-tahun yang panjang, kamu terjatuh. Tak cukup hanya itu, kamu ‎bahkan sedikit terjungkal ke belakang. Entah karena apa, namun kamu tertunda.‎
Sejak saat itu, hatimu dipenuhi rasa kecewa dan juga rasa marah yang seolah tak pernah ‎padam. Tak lagi kamu membuka buku, tak lagi menemui mimpi-mimpimu yang indah, dan ‎mungkin kamu tak lagi merindukan mimpi-mimpi itu. Sepekan, sebulan, setahun, dan ‎bahkan bertahun-tahun. Lalu, sampai kapan kamu akan terus seperti itu?‎
Berhentilah marah dan maafkan dirimu sendiri
Kemarahanmu yang menahun akan membuat kamu melewatkan mimpi-mimpimu dan ‎membuat kamu semakin jauh dari semua itu. Berhentilah marah pada dirimu sendiri, sebab ‎tak seorangpun dapat melakukan hal itu untuk dirimu.‎
Sesekali, hidup ini tidak akan selalu seperti yang kita mau, bahkan meski kita telah begitu ‎dekat dengan keinginan kita itu. Sadarilah hal itu. Jangan hidup dalam kemarahan, agar ‎kamu bisa mengerjakan hal lainnya yang lebih berguna selain dari marah saja. Jika dulu ‎kamu bisa memiliki gairah yang besar untuk berhasil, lalu kenapa dengan sekarang?‎
Kamu masih orang yang sama, yang memiliki mimpi dan banyak harapan indah lainnya di ‎dalam hatimu, dan yang kini menutupi semua itu dengan kemarahanmu yang entah sampai ‎kapan. Sungguh, kamu telah rugi besar atas sikapmu saat ini.‎
Lepaskanlah kemarahanmu dan jangan menyimpan amarah dengan cara memaafkan dirimu ‎sendiri. Berdamailah dengan dirimu sendiri, agar kamu bisa kembali kepada dirimu yang ‎dulu, yang bermimpi dan memiliki keinginan besar untuk berhasil.‎
Hidup tak menjanjikan jalan searah tanpa persimpangan, dimana jalan ini pasti ‎menuntunmu pada satu titik keberhasilan. Namun, hidup akan membawamu pada jalan ‎dengan banyak persimpangan yang akan mengajarimu menemukan satu jalan untuk menuju ‎keberhasilan.‎
Jadi, pastikan kamu siap untuk mengahadapi banyak persimpangan itu, sebelum akhirnya ‎menemukan keberhasilanmu!‎
Semoga artikel tidakkah kamu lelah, karena terus menyimpan amarah ini bermanfaat untuk ‎kita semua.